9
FAKTA DAN BAHAYA FLOURIDE DALAM PASTA GIGI
Fluoride adalah senyawa kimia yang
digunakan sebagai salah satu bahan untuk membuat pasta gigi. Fluoride dipercaya
mampu memperkuat gigi, namun ternyata berbahaya jika dikonsumsi. Di Indonesia,
pasta gigi mengandung fluoride mulai muncul sekitar tahun 70-an. Fluoride yang
banyak digunakan jenis Sodium Monofluoro Fosfat atau Sodium Fluoride, dengan
kadar yang 250 hingga 800 ppm.
Dari sejumlah berita yang beredar
beberapa waktu lalu fluoride disinyalir sebagai salah satu bahan yang digunakan
pada pembuatan bom atom. Efek racun kimiawi yang dipaparkan mendorong para
peneliti semakin kritis melakukan riset tentang bahaya flouride pada pasta
gigi. Berikut ini berbagai bahaya fluoride pada tubuh, yaitu :
·
Fluoride
dan kerusakan otak
Fluoride yang
masuk ke dalam tubuh berbahaya bagi otak. Penelitian baru2 ini di Jurnal
Penelitian Otak mendapati 1 ppm fluoride dalam air akan meningkatkan kandungan
alumunium dalam otak tikus percobaan dan memproduksi sejenis zat yg merusak
otak (amyloid deposits) berhubungan dengan penyakit Alzheimers dan jenis2 lain
dari kegilaan.
·
Fluoride
dan IQ rendah
Selain meningkatkan risiko Alzheimer, fluoride
juga menurunkan kapasitas kecerdasan manusia, terutama Anak-anak. Tingkat
kecerdasan anak-anak yg menggunakan fluoride secara signifikan lebih rendah
dari anak2 yg tidak diberikan fluoride.
·
Flouride
dan sistem syaraf
Kelebihan fluoride
dalam tubuh memiliki pengaruh negatif pada sistem syaraf dan sistem kekebalan
tubuh, dan pada anak-anak dapat mengarah pada kelelahan kronis, IQ yg rendah,
tidak mampu belajar, kelesuan dan depresi.
·
Flouride
dan kanker
Penelitian
kanker oleh Program Toxicology Nasional dan berbagai penelitian termasuk dari
Harvard University melaporkan sampel yg diberi fluoride pada hewan dan manusia diduga
meningkatkan kemungkinan terkena Osteosarcoma, suatu kanker tulang ganas yang
sangat mematikan dan juga memiliki tumor thyroid, tumor rongga mulut, dan tumor
hati yang sebenarnya jarang terjadi.
·
Flouride
dan kerusakan gen
Menurut Program
Toxicology Nasional, Fluoride terbukti merupakan senyawa mutagenic yaitu senyawa
perusak gen tubuh. Bila gen rusak karena Fluoride, akan timbul sel-sel baru
yang ‘salah dan abnormal’ yang bisa menimbulkan penyakit genetik, serta
penyakit gangguan pertahanan tubuh seperti penyakit lupus.
·
Fluoride
dan kerusakan tulang
Menurut The National Research Council
(NRC), Fluoride pada tulang dapat meningkatkan resiko patah tulang karena
menurunkan masa tulang. Fluoride meningkatkan resiko Osteoporosis (keropos
tulang), kerangka tulang tidak beraturan, dan Arthritis (Asam Urat). Bahkan
tingkat yg sangat kecil dari Fluoride sejumlah 0.1 ppm pun tetap saja
menunjukkan kenaikan angka statistik keretakkan tulang pinggul yg signifikan.
·
Fluoride
dan kesehatan reproduksi
Pada percobaan yang melibatkan binatang,
dosis fluoride yang tinggi membuat sistem reproduksi binatang tersebut jadi
rusak. Sperma mengalami penurunan kualitas dan kuantitas. Hal serupa juga
diduga bisa terjadi pada manusia, Ilmuwan Administrasi Makanan dan Obat (FDA)
melaporkan korelasi yg erat antara menurunnya tingkat kesuburan perempuan
kelompok usia 10-49 dengan meningkatnya penggunaan fluoride.
·
Fluoride
dan pubertas dini
Beberapa penelitian mengaitkan hubungan
antara fluoride dan produksi kelenjar pineal dalam jumlah tinggi. Akibatnya,
gadis remaja mengalami pubertas dini atau menstruasi lima bulan lebih cepat
dari mereka yang tidak terkena akumulasi fluoride.
·
Fluoride
dan fungsi tiroid
Menurut US National Research Council, fluoride
diduga merupakan zat perusak sistem hormone dan berbagai bukti menunjukkan terjadinya
penurunan fungsi kelenjar tiroid yang berfungsi untuk menghasilkan hormone
tiroid yang disebut hipotiroid. Gejala-gejalanya adalah penurunan kecerdasan,
depresi, kenaikan berat badan, nyeri sendi, kolesterol tinggi, sampai penyakit
jantung.
Di luar pemberitaan fakta efek fluoride,
kesadaran konsumen untuk memilih produk masih tetap bisa dilaksanakan. Paling
tidak untuk memilih pasta gigi dengan kadar fluoride rendah, dan mungkin,
dengan adanya pro dan kontra ini salah satu antisipasi terbaik yang bisa
dilakukan adalah dengan mengawasi penggunaannya. Kepedulian kita akan
bahan-bahan berbahaya dalam kehidupan kita sehari-hari bisa mencegah datangnya
penyakit yang akan kita sesali nantinya.
SUMBER :
Tidak ada komentar:
Posting Komentar